Forum Inspirasi

"Small step for Big Destination…!

Archive for the ‘Info Bisnis’ Category

Pilihan Anda Sebagai Karyawan atau Usahawan

Posted by jameswayne pada 30 November, 2008

Menjadi Karyawan atau Usahawan

Menjadi Karyawan atau Usahawan

Pada hari minggu kemaren dalam sebuah undangan resepsi pernikahan, tanpa disangka saya bertemu seorang sahabat lama hamper 9 tahun tidak bertemu.Cerita punya cerita dia masih kerabat dari yang punya hajat pernikahan.Obrolan pendek pun berlangsung….

Intinya dia mengeluhkan pekerjaan dia yang menjadi karyawan di Perusahaan Bidang Fabrikasi Elektronik. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Artikel, Ekonomi, Enterpreneur, Info Bisnis, Kiat Bisnis | Dengan kaitkata: , , , , , , | 3 Comments »

Peluang Kerja Sempit Banting Setir Jadi Wirausaha

Posted by jameswayne pada 30 November, 2008

Pencari Kerja

Pencari Kerja

Hari ini dirumah terlihat lebih beda dari biasanya, adik ipar saya yang sudah bekerja di perusahaan Swasta Nasional sibuk bergosip dengan kakaknya alias mantan pacar saya. Yang digosipkan tidak lain dan tidak bukan tentang besok ada test CPNS di kantor walikota. Hemmm artinya ikut rebutan mau jadi Pegawai Negeri Sipil ceritanya. Peristiwa dirumah ini mengingatkan saya pada suatu obrolan seorang ibu bersama anaknya, yang mana kurang lebih isi obrolannya lebih enak menjadi PNS saja, mendapat gaji tiap bulannya, Baca entri selengkapnya »

Posted in Artikel, Ekonomi, Enterpreneur, Info Bisnis, Inspirasi Bisnis, Kiat Bisnis | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 4 Comments »

Kartu Kredit Solusi Atau Masalah

Posted by jameswayne pada 27 November, 2008

Kartu Kredit

Kartu Kredit

Dewasa ini hampir setiap orang memiliki Kartu Kredit (Credit Card), bahkan dalam satu dompet bisa terselip 2 atau 4 kartu kredit, hal ini selain kemudahan yang diberikan bank penerbit kartu kredit juga daya tarik akan fasilitas yang dimiliki oleh kartu kredit tersebut, Hanya bermodal KTP anda akan mudah mendapatkan Kartu Kredit. Boleh jadi Kartu Kredit merupakan Gaya Hidup masyarakat perkotaan masa ini. What ever lahhh…dalam kesempatan ini saya mencoba memaparkan apa itu Kartu Kredit, apa gunanya dan bagaimana menggunakannya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Artikel, Info Bisnis, Kiat Bisnis | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , | 2 Comments »

Cari Recehan dengan URL Redirect

Posted by jameswayne pada 4 Mei, 2008

Bila kamu mengikuti suatu program afiliasi atau referal tentu mempunyai link referal yang di gunakan untuk mempromosikan program yang diikuti tersebut. Sebagai contoh apabila kamu menjadi publisher program paid reviews seperti sponsoredreviews atau program iklan seperti bidvertiser dan adbrite, atau mungkin bisnis online seperti MLM yang ada banyak di Indonesia, maka setelah kamu mendaftar menjadi anggota mereka akan memberi kamu link referal. Dengan link ini kamu bisa mempromosikan dan bisa memperoleh anggota sehingga bisa menambah earning yang dimiliki. Link tersebut kadang-kadang terlalu panjang dan susah diingat atau kadang untuk tujuan tertentu link tersebut perlu “disamarkan” agar tidak terlalu mencolok.

Untuk keperluan itu kamu bisa memanfaatkan jasa dari penyedia URL redirect. Ada banyak yang menyediakan fasilitas ini contohnya tinyurl, CJB.net, shortURL dan masih banyak lagi. Kamu bisa mencarinya di Google, dengan keyword URL redirect. Dengan URL redirect ini link yang aslinya panjang seperti ini (contoh link referral dari bidvertiser), “http://www.bidvertiser.com/bdv/bidvertiser…dst” bisa dirubah menjadi “http://tinyurl.com/5gzmzh” (contoh dari tinyurl).

Dari sekian banyak penyedia URL redirect itu ada salah satunya yang akan membayar kita bila menjadi anggota disana, yaitu Usercash. Di Usercash setiap link tersebut diklik akan memperoleh uang. Jumlahnya memang kecil dan tidak bisa diandalkan untuk memperoleh uang, tapi untuk jangka panjang lama-lama pasti akan lumayan juga. Setiap 10000 klik dibayar $1. Bayaran akan diberikan setelah mencapai $5, pembayaran melalui Paypal. Jadi untuk dapat memperoleh bayaran link harus diklik sekitar 50000 kali. Tapi itu tidak harus dari satu link, kita bisa memiliki banyak link. Selamat mencoba.

Daftar Usercash (link referal saya, terimakasih bantuannya)

Posted in Info Bisnis, Internet, Kiat Bisnis | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

What is WidgetBucks?

Posted by jameswayne pada 3 Mei, 2008

Jika Anda memiliki blog, sudahkah Anda memasang WidgetBucks di blog Anda (seperti pada sidebar di sebelah kiri blog ini)?

Sebulan yang lalu, Mpire Corporation, sebuah perusahaan layanan online shopping yang didirikan oleh mantan eksekutif Ebay dan investor Paypal – Richard Rock – meluncurkan WidgetBucks, widget online shopping berbasis PPC atau pay-per-click.

Dengan basis pay-per-click, artinya Anda akan mendapatkan uang dari WidgetBucks setiap add-ons WidgetBucks yang terpasang di blog Anda di-klik oleh pengunjung, tidak peduli apakah terjadi transaksi pembelian ataupun tidak (nilai per klik-nya kurang lebih $3-$6/CPC).

Dengan pilihan produk yang cukup bervariasi dan tampilan widget yang atraktif, WidgetBucks bisa menjadi pilihan untuk memaksimalkan pendapatan melalui internet.

Jika ingin bergabung dengan WidgetBucks, hal pertama yang harus Anda perhatikan adalah blog Anda harus berbahasa Inggris. Jika belum punya, Anda bisa membuat blog baru dengan content berbahasa Inggris di Blogger, WordPress, TypePad atau MovableType. Setelah itu Anda bisa memasang script code WidgetBucks di blog Anda yang berbahasa Indonesia.

Untuk bergabung dengan WidgetBucks caranya sangat mudah. Pertama, Anda bisa mendaftar disini. Kedua, Anda pilih sendiri custom widget yang Anda inginkan. Ketiga, Anda pasang script code widget tersebut pada blog Anda. Jika Anda menggunakan Blogger, WordPress, MovableType atau TypePad, Anda cukup meng-klik ikon platform blog-blog tersebut untuk mendapatkan kode WidgetBucks secara otomatis terpasang di blog Anda.

Hal menarik lain yang ditawarkan WidgetBucks adalah Referral Program. Melalui program ini Anda boleh mengajak sebanyak mungkin anggota baru untuk memasang WidgetBucks di blog mereka. WidgetBucks akan memberikan komisi senilai 10% dari pendapatan anggota referral yang Anda ajak. Semakin banyak anggota referral, tentu semakin besar nilai earning Anda.

Jika Anda memiliki blog (baik gratis ataupun tidak) ataupun situs (baik pribadi ataupun komersial), tidak ada salahnya memasang WidgetBucks dan mulai memaksimalkan blog atau situs Anda untuk mendapatkan penghasilan tambahan melalui internet.

Selain gratis untuk mendaftar, toh tidak ada ruginya menampilkan widget cantik seperti WidgetBucks di blog atau situs Anda.

Selamat mencoba! Selamat berbagi!

Posted in Berita, Info Bisnis, Internet, Kiat Bisnis | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Jual Beli Saham Dalam Islam

Posted by jameswayne pada 3 Mei, 2008

Pengantar

Ketika kaum muslimin hidup dalam naungan sistem Khilafah, berbagai muamalah mereka selalu berada dalam timbangan syariah (halal-haram). Khalifah Umar bin Khaththab misalnya, tidak mengizinkan pedagang manapun masuk ke pasar kaum muslimin kecuali jika dia telah memahami hukum-hukum muamalah. Tujuannya tiada lain agar pedagang itu tidak terjerumus ke dalam dosa riba. (As-Salus, Mausu’ah Al-Qadhaya al-Fiqhiyah al-Mu’ashirah, h. 461).

Namun ketika Khilafah hancur tahun 1924, kondisi berubah total. Kaum muslimin makin terjerumus dalam sistem ekonomi yang dipaksakan penjajah kafir, yakni sistem kapitalisme yang memang tidak mengenal halal-haram. Ini karena akar sistem kapitalisme adalah paham sekularisme yang menyingkirkan agama sebagai pengatur kehidupan publik, termasuk kehidupan ekonomi. Walhasil, seperti kata As-Salus, kaum muslimin akhirnya hidup dalam sistem ekonomi yang jauh dari Islam (ba’idan ‘an al-Islam), seperti sistem perbankan dan pasar modal (burshah al-awraq al-maliyah) (ibid., h. 464). Tulisan ini bertujuan menjelaskan fakta dan hukum seputar saham dan pasar modal dalam tinjauan fikih Islam.

Fakta Saham

Saham bukan fakta yang berdiri sendiri, namun terkait pasar modal sebagai tempat perdagangannya dan juga terkait perusahaan publik (perseroan terbatas/PT) sebagai pihak yang menerbitkannya. Saham merupakan salah satu instrumen pasar modal (stock market).

Dalam pasar modal, instrumen yang diperdagangkan adalah surat-surat berharga (securities) seperti saham dan obligasi, serta berbagai instrumen turunannya (derivatif) yaitu opsi, right, waran, dan reksa dana. Surat-surat berharga yang dapat diperdagangkan inilah yang disebut “efek” (Hasan, 1996).

Saham adalah surat berharga yang merupakan tanda penyertaan modal pada perusahaan yang menerbitkan saham tersebut. Dalam Keppres RI No. 60 tahun 1988 tentang Pasar Modal, saham didefinisikan sebagai “surat berharga yang merupakan tanda penyertaan modal pada perseroan terbatas sebagaimana diatur dalam KUHD (Kitab Undang-Undang Hukum Dagang atau Staatbald No. 23 Tahun 1847).” (Junaedi, 1990). Sedangkan obligasi (bonds, as-sanadat) adalah bukti pengakuan utang dari perusahaan (emiten) kepada para pemegang obligasi yang bersangkutan (Siahaan & Manurung, 2006).

Selain terkait pasar modal, saham juga terkait PT (perseroan terbatas, limited company) sebagai pihak yang menerbitkannya. Dalam UU No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas pasal 1 ayat 1, perseroan terbatas didefinisikan sebagai “badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian, yang melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham,” Modal dasar yang dimaksud, terdiri atas seluruh nilai nominal saham (ibid., pasal 24 ayat 1).

Definisi lain menyebutkan, perseroan terbatas adalah badan usaha yang mempunyai kekayaan, hak, serta kewajiban sendiri, yang terpisah dari kekayaan, hak, serta kewajiban para pendiri maupun pemiliknya (M. Fuad, et.al., 2000). Jadi sesuai namanya, keterlibatan dan tanggung jawab para pemilik PT hanya terbatas pada saham yang dimiliki.

Perseroan terbatas sendiri juga mempunyai kaitan dengan bursa efek. Kaitannya, jika sebuah perseroan terbatas telah menerbitkan sahamnya untuk publik (go public) di bursa efek, maka perseroan itu dikatakan telah menjadi “perseroan terbatas terbuka” (Tbk).

Fakta Pasar Modal

Pasar modal adalah sebuah tempat di mana modal diperdagangkan antara pihak yang memiliki kelebihan modal (pihak investor) dengan orang yang membutuhkan modal (pihak issuer/emiten) untuk mengembangkan investasi. Dalam UU Pasar Modal No. 8 tahun 1995, pasar modal didefinisikan sebagai “kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.” (Muttaqin, 2003).

Para pelaku pasar modal ini ada 6 (enam) pihak, yaitu :

(1). Emiten, yaitu badan usaha (perseroan terbatas) yang menerbitkan saham untuk menambah modal, atau menerbitkan obligasi untuk mendapatkan utang dari para investor di Bursa Efek.

(2). Perantara Emisi, yang meliputi 3 (tiga) pihak, yaitu : a. Penjamin Emisi (underwriter), yaitu perusahaan perantara yang menjamin penjualan emisi, dalam arti jika saham atau obligasi belum laku, penjamin emisi wajib membeli agar kebutuhan dana yang diperlukan emiten terpenuhi sesuai rencana; b. Akuntan Publik, yaitu pihak yang berfungsi memeriksa kondisi keuangan emiten dan memberikan pendapat apakah laporan keuangan yang telah dikeluarkan oleh emiten wajar atau tidak.c. Perusahaan Penilai (appraisal), yaitu perusahaan yang berfungsi untuk memberikan penilaian terhadap emiten, apakah nilai aktiva emiten wajar atau tidak.

(3). Badan Pelaksana Pasar Modal, yaitu badan yang mengatur dan mengawasi jalannya pasar modal, termasuk mencoret emiten (delisting) dari lantai bursa dan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang melanggar peraturan pasar modal. Di Indonesia Badan Pelaksana Pasar Modal adalah BAPEPAM (Badan Pengawas dan Pelaksana Pasar Modal) yang merupakan lembaga pemerintah di bawah Menteri Keuangan.

(4). Bursa Efek, yakni tempat diselenggarakannya kegiatan perdagangan efek pasar modal yang didirikan oleh suatu badan usaha. Di Indonesia terdapat dua Bursa Efek, yaitu Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang dikelola PT Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (BES) yang dikelola oleh PT Bursa Efek Surabaya.

(5). Perantara Perdagangan Efek. Yaitu makelar (pialang/broker) dan komisioner yang hanya lewat kedua lembaga itulah efek dalam bursa boleh ditransaksikan. Makelar adalah perusahaan pialang (broker) yang melakukan pembelian dan penjualan efek untuk kepentingan orang lain dengan memperoleh imbalan. Sedang komisioner adalah pihak yang melakukan pembelian dan penjualan efek untuk kepentingan sendiri atau untuk orang lain dengan memperoleh imbalan.

(6). Investor, adalah pihak yang menanamkan modalnya dalam bentuk efek di bursa efek dengan membeli atau menjual kembali efek tersebut (Junaedi, 1990; Muttaqin, 2003; Syahatah & Fayyadh, 2004).

Dalam pasar modal, proses perdagangan efek (saham dan obligasi) terjadi melalui tahapan pasar perdana (primary market) kemudian pasar sekunder (secondary market). Pasar perdana adalah penjualan perdana saham dan obligasi oleh emiten kepada para investor, yang terjadi pada saat IPO (Initial Public Offering) atau penawaran umum pertama. Kedua pihak yang saling memerlukan ini tidak bertemu secara dalam bursa tetapi melalui pihak perantara seperti dijelaskan di atas. Dari penjualan saham dan efek di pasar perdana inilah, pihak emiten memperoleh dana yang dibutuhkan untuk mengembangkan usahanya.

Sedangkan pasar sekunder adalah pasar yang terjadi sesaat atau setelah pasar perdana berakhir. Maksudnya, setelah saham dan obligasi dibeli investor dari emiten, maka investor tersebut menjual kembali saham dan obligasi kepada investor lainnya, baik dengan tujuan mengambil untung dari kenaikan harga (capital gain) maupun untuk menghindari kerugian (capital loss). Perdagangan di pasar sekunder inilah yang secara reguler terjadi di bursa efek setiap harinya.

Jual Beli Saham dalam Pasar Modal Menurut Islam

Para ahli fikih kontemporer sepakat, bahwa haram hukumnya memperdagangkan saham di pasar modal dari perusahaan yang bergerak di bidang usaha yang haram. Misalnya, perusahaan yang bergerak di bidang produksi minuman keras, bisnis babi dan apa saja yang terkait dengan babi, jasa keuangan konvensional seperti bank dan asuransi, dan industri hiburan, seperti kasino, perjudian, prostitusi, media porno, dan sebagainya. Dalil yang mengharamkan jual beli saham perusahaan seperti ini adalah semua dalil yang mengharamkan segala aktivitas tersebut. (Syahatah dan Fayyadh, Bursa Efek : Tuntunan Islam dalam Transaksi di Pasar Modal, hal. 18; Yusuf As-Sabatin, Al-Buyu’ Al-Qadimah wa al-Mu’ashirah wa Al-Burshat al-Mahalliyyah wa Ad-Duwaliyyah, hal. 109).

Namun mereka berbeda pendapat jika saham yang diperdagangkan di pasar modal itu adalah dari perusahaan yang bergerak di bidang usaha halal, misalnya di bidang transportasi, telekomunikasi, produksi tekstil, dan sebagainya. Syahatah dan Fayyadh berkata,”Menanam saham dalam perusahaan seperti ini adalah boleh secara syar’i…Dalil yang menunjukkan kebolehannya adalah semua dalil yang menunjukkan bolehnya aktivitas tersebut.” (Syahatah dan Fayyadh, ibid., hal. 17).

Tapi ada fukaha yang tetap mengharamkan jual beli saham walau dari perusahaan yang bidang usahanya halal. Mereka ini misalnya Taqiyuddin an-Nabhani (2004), Yusuf as-Sabatin (ibid., hal. 109) dan Ali As-Salus (Mausu’ah Al-Qadhaya al-Fiqhiyah al-Mu’ashirah, hal. 465). Ketiganya sama-sama menyoroti bentuk badan usaha (PT) yang sesungguhnya tidak Islami. Jadi sebelum melihat bidang usaha perusahaannya, seharusnya yang dilihat lebih dulu adalah bentuk badan usahanya, apakah ia memenuhi syarat sebagai perusahaan Islami (syirkah Islamiyah) atau tidak.

Aspek inilah yang nampaknya betul-betul diabaikan oleh sebagian besar ahli fikih dan pakar ekonomi Islam saat ini, terbukti mereka tidak menyinggung sama sekali aspek krusial ini. Perhatian mereka lebih banyak terfokus pada identifikasi bidang usaha (halal/haram), dan berbagai mekanisme transaksi yang ada, seperti transaksi spot (kontan di tempat), transaksi option, transaksi trading on margin, dan sebagainya (Junaedi, 1990; Zuhdi, 1993; Hasan, 1996; Az-Zuhaili, 1996; Al-Mushlih & Ash-Shawi, 2004; Syahatah & Fayyadh, 2004).

Taqiyuddin an-Nabhani dalam An-Nizham al-Iqtishadi (2004) menegaskan bahwa perseroan terbatas (PT, syirkah musahamah) adalah bentuk syirkah yang batil (tidak sah), karena bertentangan dengan hukum-hukum syirkah dalam Islam. Kebatilannya antara lain dikarenakan dalam PT tidak terdapat ijab dan kabul sebagaimana dalam akad syirkah. Yang ada hanyalah transaksi sepihak dari para investor yang menyertakan modalnya dengan cara membeli saham dari perusahaan atau dari pihak lain di pasar modal, tanpa ada perundingan atau negosiasi apa pun baik dengan pihak perusahaan maupun pesero (investor) lainnya. Tidak adanya ijab kabul dalam PT ini sangatlah fatal, sama fatalnya dengan pasangan laki-laki dan perempuan yang hanya mencatatkan pernikahan di Kantor Catatan Sipil, tanpa adanya ijab dan kabul secara syar’i. Sangat fatal, bukan?

Maka dari itu, pendapat kedua yang mengharamkan bisnis saham ini (walau bidang usahanya halal) adalah lebih kuat (rajih), karena lebih teliti dan jeli dalam memahami fakta, khususnya yang menyangkut bentuk badan usaha (PT). Apalagi, sandaran pihak pertama yang membolehkan bisnis saham asalkan bidang usaha perusahaannya halal, adalah dalil al-Mashalih Al-Mursalah, sebagaimana analisis Yusuf As-Sabatin (ibid., hal. 53). Padahal menurut Taqiyuddin An-Nabhani, al-Mashalih Al-Mursalah adalah sumber hukum yang lemah, karena kehujjahannya tidak dilandaskan pada dalil yang qath’i (Asy-Syakhshiyah Al-Islamiyah, Juz III (Ushul Fiqih), hal. 437)

Kesimpulan

Menjual belikan saham dalam pasar modal hukumnya adalah haram, walau pun bidang usaha perusahaan adalah halal. Maka dari itu, dengan sendirinya keberadaan pasar modal itu sendiri hukumnya juga haram. Hal itu dikarenakan beberapa alasan, utamanya karena bentuk badan usaha berupa PT adalah tidak sah dalam pandangan syariah, karena bertentangan dengan hukum-hukum syirkah dalam Islam. Wallahu a’lam [ ]

DAFTAR PUSTAKA

Al-Mushlih, Abdullah & Ash-Shawi, Shalah, Fikih Ekonomi Keuangan Islam (Maa Laa Yasa’u Al-Taajir Jahlahu), Penerjemah Abu Umar Basyir, (Jakarta : Darul Haq), 2004

An-Nabhani, Taqiyuddin, an-Nizham al-Iqtishadi fi Al-Islam, (Beirut : Darul Ummah), Cetakan VI, 2004

As-Sabatin, Yusuf Ahmad Mahmud, Al-Buyu’ Al-Qadimah wa al-Mu’ashirah wa Al-Burshat al-Mahalliyyah wa Ad-Duwaliyyah, (Beirut : Darul Bayariq), 2002

As-Salus, Ali Ahmad, Mausu’ah Al-Qadhaya al-Fiqhiyah al-Mu’ashirah wa al-Iqtishad al-Islami, (Qatar : Daruts Tsaqafah), 2006

Az-Zuhaili, Wahbah, Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, Juz IX (Al-Mustadrak), (Damaskus : Darul Fikr), 1996

Fuad, M, et.al., Pengantar Bisnis, (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama), 2000

Hasan, M. Ali, Masail Fiqhiyah : Zakat, Pajak, Asuransi, dan Lembaga Keuangan, (Jakarta : PT RajaGrafindo Persada), 1996

Junaedi, Pasar Modal Dalam Pandangan Hukum Islam, (Jakarta : Kalam Mulia), 1990

Muttaqin, Hidayatullah, Telaah Kritis Pasar Modal Syariah, http://www.e-syariah.org/jurnal/?p=11, 20 des 2003

Siahaan, Hinsa Pardomuan & Manurung, Adler Haymans, Aktiva Derivatif : Pasar Uang, Pasar Modal, Pasar Komoditi, dan Indeks (Jakarta : Elex Media Komputindo), 2006

Syahatah, Husein & Fayyadh, Athiyah, Bursa Efek : Tuntunan Islam dalam Transaksi di Pasar Modal (Adh-Dhawabit Al-Syar’iyah li At-Ta’amul fii Suuq Al-Awraq Al-Maliyah), Penerjemah A. Syakur, (Surabaya : Pustaka Progressif), 2004

Tarban, Khalid Muhammad, Bay’u Al-Dayn Ahkamuhu wa Tathbiquha Al-Mu’ashirah (Al-Azhar : Dar al-Bayan Al-‘Arabi; Beirut : Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah), 2003

Zuhdi, Masjfuk, Masail Fiqhiyah Kapita Selekta Hukum Islam, (Jakarta : CV Haji Masagung), 1993 Oleh : KH. M. Shiddiq al-Jawi

Posted in Dunia Islam, Ekonomi, Forum Diskusi, Info Bisnis | Dengan kaitkata: , , , | 7 Comments »