Forum Inspirasi

"Small step for Big Destination…!

Traffic Light Diskriminasi

Posted by jameswayne pada 24 November, 2008

penyeberang jalan

penyeberang jalan

Suatu pagi yang cerah saya berkendaraan untuk memulai aktivitas, suasana jalan raya protokol sangat padat, seperti apa ya padatanya kurang lebih jarak antara kendaraan maksimal 10 meter, menurutku padatlahhh. Saat sampai traffic light ketiga berupa simpang tiga sya berhenti karena memang lampu beralih dari dari warna kuning ke warna merah, saya berencana untuk belok ke kanan makanya saya ambil posisi disebelah kanan.

Beberapa detik kemudian terdengar bunyi teriakan ban kendaraan roda empat,…hemm terperanjat aku dibuatnya, cerita punya cerita seorang seorang ibu beserta anaknya (mungkin mau mengantar anaknya sekolah) nyaris di tabrak sebuah kendaraan kijang avanza. Tapi syukurlah tuhan masih melindungi baik yang mau menabrak maupun yang nyaris kena tabrak. Sesaat aku perhatikan keadaan sekeliling, hemm Traffic light memang sedang berwarna merah berarti saatnya untuk menyeberang bagi pejalan kaki. Mengingat ini merupakan Simpang Tiga maka pada umumnya jalur sebelah kiri semua kendaraan melaju terus tanpa memperhatikan bahwa traffic light sedang berwarna merah. Sesungguhnya siapa yang telah melanggar lalu lintas…yahhh tentunya pengendara yang tidak memperhatikan traffic light tersebut. Kemudian Siapa yang paling patut dipersalahkan yahhh pak polisi yang jarak post nya hanya beberapa meter dari traffic light karena membiarkan pelanggaran atas traffic light. Masak iya jalur kiri dibiarkan kendaraan untuk terus melaju dan pada saat bersamaan pejalan kaki menyeberang, jelas ini sangat mebahayakan keselamat pejalan kaki yang sedang menyeberang.

Inilah wajah kondisi tertib lalu lintasdi jalan raya di indonesia pada umumnya, makanya kecelakaan dijalan raya di indonesia cukup tinggi dibandingkan negara asia lainnya (dibandingkan dengan singapore wahhhh jauh banget dahhh), bukan hanya kesadaran masyarakat untuk tertib dijalan raya yang memenag rendah, rambu lalu lintas tidak keruan, fasilitas jembatan penyeberangan yang masih kurang, dan ditambah lagi pak polisi yang setengah hati menegakkan hukum di jalan raya. Tilang OK Macet Biarin Aje.

Jika kuperhatikan terkadang jika jalur kiri boleh langsung biasanya ada tambahan plang bertuliskan “Belok kiri/Lurus jalan terus” walaupun traffic light sedang berwarna merah.Tapi pada traffic Light tersebut tidak ada plang tersebut, sedangkan jika traffic light sedang berwarna merah memang posisi jalur kiri didepan kosong, mengingat kosong makany banyak pengendara umumnya langsung meluncur walau traffic light sedang merah.

Apapun bentuknya kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan berlama lama atau akan sering terjadi  korban laka lantas dari pejalan kaki maupun pengendara kendaraan bermotor. Memang kesadaran tertib lalu lintas masyarakat kita masih sangat rendah baik pengguna kendaraan bermotor maupun pejalan kaki. Usaha menertibkan dan penyadaraan memang bukan hal yang mudah, perlu kerjasama dan usaha pihak terkait dan tentunya juga dimulai dari dari aparat itu sendiri untuk sadar disiplin dijalan raya.

Mungkin saja ini akan bisa menjadi solusi:
PERTAMA Penyadaran jangka pendek; melengkapi rambu-rambu lalulintas sesuai kondisi jalan tersebut,Memperbanyak fasilitas jembatan penyeberangan, memperbaiki segera jalan-jalan yang rusak,Pro aktif pihak kepolisian untuk segera mengatasi setiap simpul kemacetan lalu lintas dan membantu menyeberangkan pejalan kaki yang kesulitan menyeberang,penegakan hukum secara tegas oleh pihak kepolisian.
KEDUA Penyadaran Jangka Panjang; Kesadaran Menggunakan Safety Riding pada saat berkendaraan, menanamkan disiplin dan taat berlalu lintas dimulai pada diri sendiri, Menanamkan disiplin dan taat berlalu lintas sejak dini pada anak-anak dan adik-adik kita, Kerja sama antara pihak kepolisian, dinas perhubungan untuk berkampanye di sekolah-sekolah, kantor-kantor pemerintahan maupun swasta secara simultan,menyebarkan pamlet atau leaflet pada posisi strategis akan pentingya kesadaran disiplin berlalu lintas di jalan raya.Tetap penegakan hukum yang tegas.

Mudah mudahan dengan pola seperti ini entah 5 tahun atau 20 tahun kedepan disiplin dijalan raya dapat diwujudkan. Semoga…

2 Tanggapan to “Traffic Light Diskriminasi”

  1. Ya masalah aturan seperti itu sepertinya kurang jelas antara dishub, polisi dan masyarakat. Untuk yang melanggar lampu lalu lintas memang sering terjadi. Misalnya lampur merah masih 5 detik lagi kendaraan udah pada jalan atau lampu hijau masih 10 detik lagi sudah pada berhenti terutama bus kota yang mencari penumpang di lampu merah. Kalau saya pikir sih sebaiknya di bikin solusi menggunaan IT, artinya trafic light di monitor, siapa yang jalan pada lampu merah dan siapa yang stop dulu di record dan di bikin surat tagihan tilang ke pemilik kendaraan. Soalnya kalau di selesaikan dilapangan ya hanya sekedar untuk memperkaya polisi saja yang minta jasa damai

  2. jameswayne said

    Artinya kembali ke masalah penegakan hukum tohhh, penegakan hukum yang adil tentunya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: