Forum Inspirasi

"Small step for Big Destination…!

Menjelajah Antariksa dengan Tenaga Ion

Posted by jameswayne pada 20 April, 2008

PARA penggemar film science fiction tentu tak asing terhadap kendaraan bertenaga ion-digambarkan dengan cahaya-untuk perjalanan antarplanet berjarak pendek. Sudah lama manusia memang memimpikan bisa menjelajahi antariksa dengan kendaraan yang nyaman dan syukur-syukur berbiaya murah. Ion yang banyak muncul di film fiksi itu ternyata menjadi salah satu alternatif yang pantas diwujudkan. Menurut situs web European Space Agency (ESA), sebenarnya tenaga ion sudah diteliti sejak 1959. Dua mesin bertenaga ion malah pernah diuji coba tahun 1964 pada satelit SERT-1 milik Amerika. Hasilnya, satu berhasil satu gagal. Prinsip tenaga ion sebenarnya sederhana. Gas yang diionisasikan dengan cara memberikan aliran listrik akan menghasilkan ion dan elektron. Gas yang terionisasi akan bergerak keluar dari mesin melewati medan listrik, menghasilkan tenaga dorong yang luar biasa dari arah berlawanan. Bila tenaga ion ini dioperasikan di antariksa yang hampa, maka ion akan menembak gas propellant jauh lebih cepat dari jet sebuah roket dengan tenaga bahan kimia. Tenaga ion menghasilkan tenaga dorongan 10 kali lebih cepat per kilogram gas propellant sehingga membuat penggunaan bahan bakar sangat efisien. Meski demikian, kelemahan tenaga ion adalah tidak bisa menghasilkan kecepatan tinggi dalam waktu singkat. Sistem pembakarannya memang efisien, tetapi tidak bisa mendorong dengan kuat. Karena itu, astronot tidak bisa memanfaatkannya untuk lepas landas dari suatu planet. Namun, tenaga ion amat bermanfaat begitu di antariksa. Astronot yang tidak terburu-buru mendapat akselerasi kecepatan tertentu bisa bermanuver dengan lebih efisien. Soalnya, tenaga ion dapat mencapai kecepatan tinggi di antariksa tetapi untuk mencapainya perlu jarak tempuh yang panjang. SEPERTI yang sudah dibahas sebelumnya, tenaga ion muncul setelah ditembak dengan listrik. Listrik inilah yang dihasilkan oleh panel surya yang dipasang di wahana antariksa. Dengan demikian, sepanjang Matahari masih bersinar dan gas propellant tersedia, maka suatu wahana bakal bisa berkelana selama berbulan-bulan bahkan bertahun-bertahun di antariksa. Tenaga ion ini pula yang membedakan dengan tenaga pendorong roket konvensional. Meski dorongan yang dihasilkan lebih kuat, roket berdaya dorong tenaga kimia hanya bertahan sebentar. Cepat keluar dari planet, tetapi juga cepat kehabisan dayanya. Keuntungan lain dari mesin bertenaga ion adalah gerakannya yang stabil. Ini tentu sangat membantu dalam penelitian di antariksa yang membutuhkan fokus pengamatan tinggi agar hasilnya akurat. Uji coba ion sebagai tenaga pendorong utama sebenarnya telah dimulai badan antariksa AS (NASA) dalam misi Deep Space-1 sepanjang tahun 1998-2001. Kini, SMART-1 akan menyempurnakannya dalam perjalanan panjangnya menuju Bulan. SMART-1 akan membuktikan kemandirian ESA-yang tidak kalah dengan Amerika dan Rusia-dalam perlombaan teknologi di antariksa. (nes)

5 Tanggapan to “Menjelajah Antariksa dengan Tenaga Ion”

  1. Salam kenal, postingan yang menarik, senang membaca blog ini. Majulah bangsa Indonesia…

  2. akmal said

    Artikel yang menarik…

    Boleh tanya, sekarang ini teknologi terakhir (selain tenaga ion maupun roket) untuk penggerak wahana jelajah antariksa apa om?

    Salam..

  3. jameswayne said

    Tanks atas comentnya mas Akmal.
    Menurut para ahli hal yang sangat memungkinkan dan sedang diujicobakan adalah Roket berpendorong Ion Positif, mengingat Roket konvensional dengan inti bahan bakar zat kimia yang sumbernya hanya ada dibumi sangat terbatas dari segi kapasitas dan usia, walau masih mungkin diakali dengan diluncurkannya Stasiun Pengisian Bahan Bakar di jalur ruang angkasa yang akan dilewati Wahana Antariksi, akan tetapi masih tetap beresiko tinggi dan tidak effektif.

    Apa yang sedang di ujicobakan saat ini dan paling memungkinkan adalah Roket berpendorong Ion yang kurang lebih cara kerjanya dengan menembakkan elektron pada atom gas dan mengubah atom netral gas menjadi ion positif. Ion positif ini kemudian dialirkan melalui kisi-kisi elektris berlubang banyak (sekitar 15.000 lubang) untuk seterusnya diarahkan ke celah gas buang wahana. ion secara teknis melewati celah gas buang pada kecepatan lebih dari 100.000 mil per jam. Kecepatan itu diharapkan mampu mendorong wahana melesat cepat mencapai planet yg di tuju.
    Nahh Muncul Pertanyaan begini “Bagaimana mencari sumber energi untuk mengionisasi gas dan menggerakkan sistem mesin dan wahana?”

    Sesungguhnya ada dua ide, Yang pertama, adalah dengan menempatkan panel surya pada wahana atau menggunakan reaksi fisi dan fusi. Ini artinya, energi Matahari akan diubah menjadi energi listrik.Dan yang kedua adalah murni dengan menggunakan energi nuklir. Kedua sumber energi itu cukup menjanjikan. Energi listrik yang berasal dari panel surya lebih menguntungkan bila penerbangannya antara Matahari dan Mars, sementara energi nuklir lebih cocok untuk penerbangan menjelajah planet yang lebih jauh dari Mars di mana cahaya Matahari semakin jauh semakin berkurang.

    Roket Berpendorong Ion saat ini sedang di ujicobakan pada wahana antariksa Deep Space 1, dan disebut sebut lebih effektif dan effisien 10 x lipat dari roket konvensional yang berbahan bakar inti zat kimia.

  4. Menarik Banget nihhh, Ilmu manusia barulah seujung kuku dibandingkan rahasia alam yang harus di pecahkan. Mungkin saat ini baru sebatas Wahana antariksa yang berpendorong roket ion, tapi bukan tidak mungkin akan ditemukan alat penjelajah jagad raya yang lebih extrimm, Time Machine misalnya, ato transpoder kayak di film star trek. Tull ngak bosss

  5. Hendra said

    Hello Salam kenal boss
    Topiknya yang diangkat berat banget….memang pada mo jalan-jalan ke ruang angkasa ya bosss.wakekekekeke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: