Gagal di SEA Games Laos, PSSI Tak Mau Disalahkan
Posted by jameswayne pada 17 Desember, 2009
PSSI selaku pemegang tunggal otoritas sepakbola nasional, seperti tak ingin dipersalahkan atas kegagalan Timnas U-23 Indonesia di ajang SEA Games Laos 2009. Tudingan terhadap pelatih Alberto Bica yang tidak pandai bahasa Inggris dan Indonesia sehingga menyebabkan kemandekan komunikasi dengan pemainya, sungguh tidak berdasar.
Hal itu terlihat ketika pelatih asal Uruguay itu bersama pemainnya tiba di Bandara Soekaro-Hatta, Sabtu (12/12) siang. Dalam wawancara dengan wartawan, Bica menggunakan bahasa Indonesia walau dengan tata bahasa yang buruk.
Tapi, setidaknya apa yang diungkapkan Bica mudah dipahami maknanya. Seperti diungkapkan Tony Sucipto, kapten Timnas U-23 Indonesia, Bica bisa berbahasa Indonesia, khususnya perintah-perintah dalam sepakbola. “Dia sangat memahami passing, bola pendek, bola panjang, menekan (pressure) atau bertahan,” kata Tony.
Dengan demikian, mudahlah disimpulkan bahwa tiga alasan gagalnya Timnas Indonesia mencapai targetnya ke final, merupakan pengalihan isu agar masyarakat Indonesia tidak menyalahkan kepengurusan PSSI atas kegagalan tersebut, tetapi kesalahan harus diberikan kepada Bica.
Seperti percakapan melalui telepon dengan Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Dermawan Bakrie, beberapa hari lalu, Ketua Umum PSSI Nurdin Halid menyebutkan tiga faktor penyebab tidak maksimalnya penampilan Timnas U-23 Indonesia. Pertama, menyangkut kemandekan komunikasi antara pelatih kepala dengan pemain.
“Saya baru tahu kalau pelatih kepala Alberto Bica itu tidak bisa berbahasa Inggris apalagi Indonesia. Bagaimana dia bisa berkomunikasi dengan baik kepada para pemainnya,” kata Nurdin Halid kepada wartawan di Laos, 9 Desember lalu.
Faktor kedua, bertalian dengan periodesasi pelatihan yang kurang maksimal, serta faktor ketiga adalah kondisi Stadion Chao Anou Vong yang bisa dikategorikan “tidak layak” untuk pertaandingan yang membawa nama bangsa.
PEMAIN TIDAK CEDERA
Selain itu, Alberto Bica juga menjelaskan soal empat pemain pilar Indonesia Boaz Theofillus Erwin Salossa, Djayusman Triasdi, Rahmat Latief dan Dendy Santoso. Pemain itu kemungkinan besar tidak dimainkan saat menghadapi Myanmar pada laga terakhir penyisihan Grup B, Kompetisi sepakbola SEA Games XXV Laos, Kamis (10/12) sore di Stadion Utama, National Sport Complex, Vientiane.
Keempat pemain itu seperti disebut Manajer Tim Indonesia Andi Darussalam Tabusalla, mengalami cedera. Tapi, kata Bica setiba di Tanah Air, keempat pemain itu tidak dalam kondisi cedera dan segar bugar menjelang pertandingan. Lalau mengapa Andi mengatakan cedera?



















ANZA berkata
PSSI …. oh PSSI ……….
..
(