Forum Inspirasi

“Small step for Big Destination…!

Wajah Listrik Indonesia

Ditulis oleh jameswayne di/pada 12 Mei, 2008

Hari ini 12 Mei 2008 hari yang cukup membuat suntuk diri saya, bagaimana tidak pekerjaan saya terkendala oleh instansi yang notabene melayani masyarakat dalam penyediaan sumber daya listrik.Ruangan kerja panas akibat pendingin tidak bekerja, Mau mengaktifkan Komputer Listrik padam, Nahhh lebih parah lagi mau telpon pake telpon kantor ehhh gak taunya gak bisa juga untung masih ada cellular, setelah di konfrontir ke pihak telkom memang terjadi gangguan yang diakibatkan oleh pemadaman listrik oleh PLN…nah nah apa hubungannya Telkom ma PLN (Perusahaan Lilin Negara)  yaaa..rupanya Telp di kantor kami menggunakan jaringan Fiber Optic yang harus di supply daya dari PLN(Perusahaan Lilin Negara)  hemmm..balik lagi masalahnya ke PLN.

Menurut sumber yang bisa dipercaya pemadaman dilakukan karena adanya pemeliharaan gardu induk PLTU. Disebutkan, untuk setiap kali pemadaman, dilakukan terhadap 20-25 travo di mana setiap travo melayani sampai 300 pelanggan. Artinya, sebanyak 7.500 rumah pelanggan harus gelap gulita setiap kali terjadi pemadaman listrik. Hemm RUAR BIASAAAA….Berapa kerugian yang harus ditanggung masyarakat terutama pelaku bisnis baik kecil menengah maupun besar.
Yang menjadi persoalan mengapa dari waktu ke waktu selalu saja begini permasalahannya, hari ini pemadaman karena alasan pemeliharaan Gardu Induk, Lain waktu pemadaman karenan debit air PLTA menurun, besoknya lagi pemadaman karena defisit daya, besoknya perbaikan Jaringan tegangan tinggi walahhh ancurr dibuatnya,..oleh PLN ni.
Sumber permasalahannya sebenarnya dimana? yang jelas bukan di gardu induk atau di debit air PLTA, atau di gardu induk PLTU tapi di orang2 PLN mulai dari DIRUT nya sampai Biro2 PLN.Merekalah yang paling bertanggung jawab.
Mengapa Demikian???
Kejadian seperti ini bukan terjadi secara instan pada tahun ini tapi sudah bertahun tahun lalu..jaman saya kuliah saja sudah seperti ini, pemadaman pemadaman yang dengan alasan yang sama…!
Dari rentetan kejadian2 seperti ini dapat di tarik suatu benang merah mengapa pemadaman selalu terjadi:
1.PLN yang merupakan BUMN yang berwenang mengelola, Menyediakan dan melayani listrik untuk rakyat memang tidak mempunyai kemampuan dan niat baik untuk memperbaiki permasalahan yang ada, baik dari dirut PLN jaman firaun masih bujang maupun sampai Dirut PLN jaman edan seperti sekarang ini.
2.Jika PLN mengatakan selalu rugi dan rugi akibat listrik dicuri oleh masyarakat, Siapa yang bodoh?? PLN donk, pada dasarnya masyarakat itu taat terhadap aturan sepanjang ada penegakan aturan yang jelas dan berkesinambungan. Fakta dilapangan orang-orang PLN yang mencuri uang dari rakyat. bagaimana tidak daftar tunggu pemasangan baru yang jumlahnya mencapai ribuan bahkan puluhan ribu harus menelan kekecewaan karena pemasangan baru yg dimaksud tak kunjung terealisasi.Tapi hal ini berbanding terbalik dengan pemasang baru bagi masyarakat yang punya uang lebih dengan sekian juta tidak sampai 1 minggu PLN langsung pasang dan byarrr lampu menyala ( ini fakta ..jadi gak usah berargumen). Jadi semua itu hanya maling yang teriak maling.
3.Fakta dilapangan bahwa kebutuhan akan listrik dari waktu ke waktu meningkat dengan pesat dan ini tidak  diimbangi oleh PLN dalam mengupayakan mencari dan membangun sumber daya listrik yang baru dengan efektif dan effisien. Keluhannya hanya kekurangan dana atau untuk membangun Power Plant yang baru membutuhkan biaya yang luar biasa besar. Semua ini kembali kepada manajemen PLN sendiri.
Sebagai contoh apakah Malaysia, Singapura,bahkan Jepang tidak mengalami pertumbuhan akan kebutuhan Litrik yang lebih pesat dari indonesia? Tapi mereka mampu keluar dari permasalahan yang namanya defisit energi karena mereka mempunya planning dan program jangka pendek dan jangka panjang untuk memanajemen dan mengekplorasi sumber daya yang baru. Tapi yang dilakukan PLN adalah bagaimana pembangunan Power Plant yang baru dalam bentuk project bisa menghasilkan duit untuk mempertebal kantong sendiri.
4.Kecenderungan PLN membiarkan kondisi seperti ini berlarut, sehingga aparatnya bisa terus bermain dan memeras rakyat, dengan dalih ini dan itu lah untuk kepentingan mereka sendiri.

Nahhh apa solusinya?
1.PLN harus segera mereformasi diri secara terstruktural baik program dan planing maupun kinerja aparatnya dari atas sampai ke bawah. Hentikan Korupsi ditubuh PLN dan pecat aparat maupun Biro PLN yang memeras masyarakat yang terjepit memerlukan sambungan baru listrik baru.
2.Harus ada PLN-PLN yang lain sehingga dengan sendirinya akan terjadi persangingan bisnis, Jika perlu perbolehkan swasta mengelola listrik.Dengan adanya persaingan bisnis dengan sendirinya pelayanannya yang buruk akan di tinggalkan oleh pelanggan.
3.Segera mencari sumber energi baru baik untuk jangka pendek menengah maupun panjang.Tidak usah muluk2 mesti membangun pembangkit Listrik pake nuklir, berbahaya karena orang indonesia g bisa dipercaya.Ngurusin listrik aja g becus apalagi ngurusin nuklir bisa menambah masalah baru nantinya.Yang pasti 80-90 % wilayah indonesia kaya akan curah sinar matahari mengapa tidak kepikir oleh mereka? Indonesia juga masih mempunyai cadangan batubara yang luar biasa segera manfaatkan. Indonesia masih mempunyai cadangan sungai-sungai besar, pikirkan supaya jadi sumber energi listrik, nahhh jangan pula dibangun PLTA tapi hutan sepanjang sungai di gunduli sehingga saat musim kemarau debit air turun drastis.
4.Yang ke 4 Pikir sama kalian (PLN) alternatif lainnya, jika g bisa juga memang bebal bego semua kalian.
Atau ada ide pemikiran lainnya……???

2 Tanggapan ke “Wajah Listrik Indonesia”

  1. insansains Berkata:

    ^_^ Saya sependapat dengan solusi nomor DUA.

    Saat ini PLN ibarat Penguasa yang tiada saing. Mau bagus kek, mau jelek kek, loe pasti butuhin gue…! begitulah kira-kira arogansinya…

    Sudah saatnya ada pesaing yang bisa meningkatkan mutu. Sudah saatnya PLN mendapatkan ujian dengan adanya pesaing. Kita jadi pengen tahu sebenarnya, apakah benar PLN saat ini benar-benar rugi?

  2. Dicky Berkata:

    Sya seorang karyawan di suatu perusahaan Swasta, Tegangan listrik di kantor kami sangat tidak setabil.Kami telah memakai stabilizer yg cukup memadai.Tapi memang daya yang masuk hanya 4000 VA sedangan kebutuhan daya kami normalnya sekitar 5500 va maka MCB kami sering turun karena overload.

    Menurut rekan kerja lainnya, kami telah mengajukan penambahan daya secara resmi kepada PLN, dan sampai dengan satu bulan lalu tidak ada tanda2 disetujui atau tidak oleh PLN.
    Akhirnya kami foloow up ke PLN dengan membawa bukti penambahan daya yg diberikan noleh PLN kepada kami waktu itu.

    Akhirnya turun lahh Petugas PLN, setalah cek dan recek didapatkan kesimpulan klo dayanya sudah overload.Dalam hati kami kecewa….
    Tapi lebih membuat kecewa lagi saat sang petugas PLN memberikan solusi, kurang lebih begini: “Pak kalau tidak lewat jalur resmi kami bisa usahakan untuk penambahan daya….dengan iseng kami jawab “…ohhh bisa yaa..brapa biayanya…? Dia menjawab sekitar 5 juta pak!”
    Hekkkkk..kami termehek mehek…,kami jawab”Kami sampaikan dulu pak pada pimpinan, apakah beliau setuju atau tidak dengan biaya sebeser itu….! Akhirnya kami sepakat untuk saling komunikasi kembali.

    Kami jadi bingung melihatnya..katanya Overload alias daya yg ditribusikan oleh trafo daya sudah kelebihan beban..tapi kok jika tidak lewat jalur resmi bisa diusahakan untuk penambahan daya,…bener2 kucing kurap orang PLN niiiii…begitulah pengalaman yg sya alami..semoga tuhan membukakan pintu hidayah bagi orang2 PLN yg meyalah gunakan kewenangannya sehingga bisa kembali ke jalan yang benar. Semoga

Tinggalkan Balasan

XHTML: Anda dapat gunakan tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>